Ahad, 3 Jun 2012

pilih mengepalai batu atau jadi kepala batu di atas badan manusia

panjang memang judulnya karna saya memang mau ia menjadi panjang,kalau
saya ingin melakukan apa yang mau saya lakukan haruskah saya mendengar
atau melihat yang lain, mau mau saya lah.
Alinea permulaan di atas apakah menunjukkan saya ini manusia berkepala
batu ataukah batu berkepala manusia, yang jelas saya ingin menjadi
manusia berkepala manusia.

Terkadang juga saya tidak mungkiri yang saya ini adalah manusia
berkepala batu ketika saya ngotot mempertahankan apa yang perlu
dipertahankan,kalau itu memang benar menurut kehidupan yang
berFREEkemanusiaan,kenapa ada kata free di kalimat yang seharusnya
berperikemanusiaan, ya itulah kepala batu yang dalam bahasa sasak peri
(tidak usah) jadi inikah dunia yang TIDAK USAH MANUSIAWI ..?
Ok (aku bukan bilang okey) tapi aku kata ok ok ok/aok (base sasak ya)
itu yang aku sering katakan jika aku di perintah.maka akupun akan
melakukan.

Haruskah kita hidup sekarang ini memakai kepala batu...?agar kita main
sabet saja tanpa mendengar, memikirkan,mencium dan merasakan segala
nikmatnya hidup.
Ataukah kita menjadi kepala manusia di atas batu..? Biar kita menjadi
kepala yang CECONGOQ di atas sokongan batu batu dan ketika batu
berpecah belah lantas kepala kitapun tidak berbadan dan mati.

Tahukah anda semua apa tujuan saya menulis ini...? Agar kepala saya
tidak cuman cecongoq di malaysia, dan badan saya tidak berkepala
batu.agar saya seperti anda yang berperikemanusiaan,berketuhanan.
SEMOGA DAN DO'AKAN..!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan